Startegi SDM Menghadapi Industri Perikanan dan Kelautan

Mengubah paradigma kita bahwa setelah jd sarjana itu harus pakai kemeja, berdasi, bersepatu, tp pakai daster atau kaos oblong juga gpp yg penting tetap berkarya dan berpenghasilan halalan thoyyiban.

Setelah jd sarjana bukan hanya kesana kemari mencari kerja, tp justru anda bisa berperan menciptakan lapangan kerja. Tinggal klik https://youtu.be/RwNX5CL0pio

Sail to Campus

Penguatan Pengelolaan Perikanan WPP 712 Khususnya Pesisir Timur Lampung dalam Pendekatan Multi-Fisheries

Tingginya tingkat eksploitasi ikan, kerusakan habitat sumber daya ikan, polusi dan pencemaran wilayah perairan WPPNRI 712 mengakibatkan turunnya kualitas dan stok sumber daya ikan disertai dengan penurunan hasil tangkapan dan perubahan struktur populasi.

Diskusi Online akan diadakan pada:
Hari: Senin, 20 Juli 2020
Pukul: 13.00 WIB
Melalui Aplikasi ZOOM dan Youtube

 

Menghadirkan narasumber:
1. M. Zulficar Mochtar, S.T, M.Sc (Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap)
2. Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc. (Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Ilmu Kelautan/ Pakar EAFM)
3. Dr. Ir. Abdullah Aman Damai, M.Si. (Ahli Pengelolaan Pesisir Universitas Lampung)
4. Bayu Wirata (Ketua HNSI Lampung)
Dimoderatori oleh Rara Diantari M.Sc, Dosen FP Universitas Lampung

Marine Science Talks

Pariwisata Bahari di Indonesia telah menyumbang 9,3% Produk Domestik Bruto (PDB), hal ini terlihat sumber pendapatan negara dari sektor wisata di Indonesia yang terus meningkat dibandingkan dengan dengan batu barat, minyak dan gas serta Crude Palm Oil (CPO) yang kian menurun karena terus di ekploitasi sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) atau yang dikenal dengan Bali Baru (New Bali) (Kemenpar, 2014). Namun setelah mengalami masa pandemi Covid 19 dan saat ini ke era Normal Baru (New Normal) akan mempengaruhi kondisi wisata bahari tersebut. Provinsi Lampung mempunyai potensi wisata bahari yang sangat besar dengan luas lautan 24.828 km2, garis pantai 1.105 km dan jumlah pulau 132 pulau dengan atraksi wisata bahari berupa terumbu karang, lamun, mangrove, penyu dan cetacean (DKP Prov Lampung, 2017).

Program studi Ilmu Kelautan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Univeristas Lampung mempersembahkan Marine Sciece Talk “Wisata Bahari Indonesia : Potensi, Strategi Pengembangan dan Pengelolaan di Masa Normal Baru “ yang mengkombinasikan dari sektor koordinator kebijakan dari Kemenko Maritim dan Investasi, sektor kebijakan teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan, sektor pelaku pengelolan wisata lokal dari pokdarwis lampung dan akademisi dari Universitas Lampung

Webinar Kobia

Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung bekerjasama dengan Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung mengundang bapak ibu dan rekan sekalian utk mengikuti Webinar Kobia yang insyaallah akan diselenggarakan pada

Hari : Rabu,
Tanggal : 24 Juni 2020
Pukuk : 08.30 – 12.00 WIB
Tempat : online via Zoom dan YouTube streaming

Bagi yg berminat bisa langsung mendaftar di http://bit.ly/WebinarKobia

Webinar BUDIDAYA LOBSTER

Webinar Seminar From Home dengan judul “BUDIDAYA LOBSTER: PROSPEK, PELUANG BISNIS, DAN TANTANGAN PENGEMBANGANNYA” telah dilaksanakan oleh Jurusan Perikanan dan Kelautan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Kamis, 28 Mei 2020, Pukul: 09-12.00 WIB. Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor Universitas Lampung Prof. Dr. Karomani, M.Si yang didamping oleh Dekan Fakultas Prtanian Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si. Kemudian dilanjutkan dengann sambutan, arahan sekaligus membuka acara oleh Bapak Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr.Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A. Dalam arahan beliau disampaikan bahwa KKP sangat berkomitmen untuk membangun Perikanan Budidaya salah satu komoditas unggulan adalah Lobster selain Udang Vanamei. Juga, KKP menerima gagasan dan masukan dengan tangan terbuka. Kedepannya Lampung adalah pusat Fisheries Industri. Jadi peluang kerjasama antar stakeholder sangat terbuka lebar. Pesan beliau bahwa KKP juga siap diawasi, karena semakin banyak yang mengawasi semakin serius kami bekerja dan semakin hati-hati dalam mengambil keputusan. Mari bersama memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.