Restorasi Ekosistem Terumbu Karang di Pulau Pahawang

Saat ini Pulau Pahawang telah menjadi tujuan ekowisata yang cukup digemari di Lampung, terutama wisata alam dan laut seperti: snorkling, diving, memancing, atau sekedar berlibut di pantainya. Dengan hamparan pasir putih dan karang yang relatif baik menjadikan para wisatawan berkeinginan untuk kembali lagi berlibur ke sana.
Wisata selam dan snorkeling merupakan salah satu kegiatan wisata bahari yang memanfaatkan keindahan terumbu karang. Meningkatnya peminat wisata bahari (wisata selam dan snorkeling), dapat mempengaruhi kondisi ekosistem terumbu karang. Penelitian di beberapa negara menunjukan bahwa kegiatan  wisata bahari wisata selam dan snorkeling memberikan kontribusi terhadap  kerusakan terumbu karang. Kegiatan wisata bahari (wisata selam dan snorkeling) dapat mempengaruhi kondisi ekosistem terumbu karang secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung diakibatkan oleh aktivitas wisata (penyelaman) itu sendiri seperti penambatan jangkar kapal di karang dan perilaku wisatawan yang merusak terumbu karang. Penyebab tidak langsung disebabkan oleh pembangunan infrastruktur penunjang wisata seperti penginapan, restoran dan lain-lain.
gallery-photo-grab-med-1.phpKontak fisik wisatawan dengan terumbu karang baik disengaja maupun tidak disengaja merupakan salah satu penyebab kerusakan terumbu karang. Kontak fisik tersebut diantaranya menendang karang, memegang karang/biota lainnya, menginjak karang, mengambil karang/biota lainnya, peralatan wisata selam yang menyentuh karang, serta penambatan jangkar kapal di karang.
Peningkatkan kepedulian akan status terumbu karang perlu dilakukan dengan meningkatkan rasa memiliki dan kesiapan untuk melindungi sumber daya terumbu karang.  Kerusakan terumbu karang akibat kegiatan wisata membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk memulihkannya. Kegiatan restorasi tidak selamanya akan segera memperbaiki ekosistem yang rusak.
Masyarakat  yang sudah menyadari dampak negatif yang dideritanya akibat rusaknya terumbu karang di sekitarnya harus memperoleh latihan tentang teknik transplantasi karang secara lengkap. Untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan status terumbu karang, secara bertahap transplantasi karang perlu terus dilakukan sampai semua terumbu karang yang telah rusak itu pulih kembali.
PICT0031 PICT0038

Restorasi adalah tindakan untuk membawa ekosistem yang telah terdegradasi kembali menjadi semirip mungkin dengan kondisi aslinya sedangkan tujuan utama restorasi terumbu karang adalah untuk peningkatan kualitas terumbu yang terdegradasi dalam hal struktur dan fungsi ekosistem. Dalam bahasan disini mencakup restorasi fisik dan restorasi biologi. Yang membedakan restorasi fisik, yang mengutamakan perbaikan terumbu dengan fokus pendekatan teknik, dan restorasi biologis yang terfokus untuk mengembalikan biota berikut proses ekologis ke  keadaan semula. Kegiatan restorasi biologis bisa dilakukan dengan budidaya karang misalnya propogansi karang secara aseksual dan seksual serta transplantasi karang. Dalam membudidayakan terdapat beberapa jenis karang yang cepat tumbuh dan mudah untuk difragmentasi tetapi sensitif bila dibandingkan jenis yang lambat tumbuh seperti submasif atau masif.

PICT0074 PICT0076 PICT0099 PICT0134