Pelatihan Budidaya Sistem Bioflok

Sektor perikanan dan kelautan di Indonesia merupakan sumber ekonomi terbesar. Potensi itu meliputi potensi perikanan, sumberdaya wilayah pesisir, bioteknologi, wisata bahari, minyak bumi, dan transportasi. Namun ironisnya, potensi ekonomi yang begitu besar masih membuahkan kenyataan akan tingginya angka kemiskinan serta ketidakmakmuran masyarakat pesisir dan nelayan. Padahal jika potensi tersebut diolah dengan optimal, hasilnya sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonimian Indonesia. Hakikat pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan rakyat, sehingga pemerintah mestinya sedapat mungkin dapat menciptakan program pemberdayaan yang tepat guna dan menyentuh sasaran. Pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia termasuk daerah Bandar Lampung membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kapasitas (ilmu dan teknologi) yang mumpuni dalam mengelola sumberdaya alam kawasan ini. Namun ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.

SMK Negeri 6 Bandar Lampung  yang memiliki spesifikasi bidang perikanan dan kelautan menjadi salah satu ujung tombak peningkatan kualitas sumberdaya manusia khususnya bidang perikanan telah  resmi membuka 3 Kompetensi keahlian, yaitu : Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Budidaya Ikan Air Payau (BIAP)/Agribisnis Perikanan (AP) dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHPi).

Universitas Lampung sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki peran untuk mentrasfer iptek tersebut ke masyarakat. Melalui Jurusan Budidaya Perairan, maka dilaksanakanlah salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Pengabdian Masyarakat merupakan kegiatan aplikasi produk iptek dan seni secara terencana untuk membangun budaya masyarakat berketrampilan sains, teknologi, seni, berbasis kepakaran individu dan/atau kelompok serta menciptakan peluang terwujudnya transfer sains, teknologi dan seni. Sesuai dengan kompetensi Jurusan Budidaya Perairan di bidang Budidaya ikan maka dipilihlah SMKN 6 Bandar Lampung sebagai tempat untuk mentransfer IPTEKS khususnya budidaya ikan kepada siswa guna meningkatkan kapasitas dan kualitas sumberdaya manusia di bidang perikanan.

c  a  b

Tema teknologi yang diangkat kali ini adalah aplikasi teknologi sistem autotrof atau yang dikenal sebagai budidaya sistem bioflok. Teknologi bioflok adalah teknologi yang memanfaatkan hasil metabolisme ikan atau udang yang mengandung nitrogen untuk diubah menjadi protein yang dapat dimanfaatkan oleh ikan atau udang, sehingga ikan atau udang tersebut memperoleh protein tambahan dari bioflok disamping pakan yang diberikan. Akumulasi dari limbah nitrogen (NH4, NO2) akan dicegah oleh bioflok dengan cara menjaga C/N Rasio tetap tinggi dan mendorong penyerapan ammonium oleh mikroba. Hasil dari proses tersebut maka akan membentuk suatu komunitas mikro (bakteri, protozoa, detritus (dead body cell), jamur dan zooplankton) juga partikel serat organik yang kaya akan selulosa, partikel anorganik berupa kristal garam kalsium karbonat hidrat, biopolymer dan PHA.
Sistem kerja dari bioflok adalah mengubah senyawa organik dan anorganik yang mengandung senyawa kabon (C), hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan sedikit unsur fosfor (P) menjadi gumpalan berupa bioflok dengan menggunakan bakteri pembentuk flok yang mensintesis biopolimer poli hidroksi alkanoat sebagai ikatan bioflok. Bakteri pembentuk flok dipilih dari genera bakteri yang non pathogen, memiliki kemampuan mensintesis Polihidroksi alkanoat (PHA), memproduksi enzim ekstraselular, memproduksi bakteriosin terhadap bakteri pathogen, mengeluarkan metabolit sekunder yang menekan pertumbuhan dan menetralkan toksin dari plankton merugikan dan mudah dibiakkan di lapangan.
Manfaat penggunaan teknologi bioflok apabila diaplikasikan dengan tepat adalah minimnya pergantian air atau bahkan tidak ada pergantian air dalam sistem budidaya sehingga teknologi ini ramah lingkungan. Pakan yang digunakan pun menjadi lebih sedikit ketimbang sistem konvensional lain.Telah dicoba uktuk ikan nila yang dipelihara dalam sistem bioflok akan tumbuh optimum pada tingkat pemberian pakan 1,5% dengan pakan yang mengandung 35% protein

DSC_0074  DSC_0076 DSC_0075

Tim yang diketuai oleh Dr. Supono, S.Pi., M.Si dan beranggotakan Eko Efendi, ST., M.Si dan Deni Sapto Chondro Utomo, S.Pi., M.Si berkesempatan melakukan kegiatan pelatihan budidaya dengan sistem bioflok. Materi yang diberikan berupa pengenalan bioteknologi dalam bidang perikanan,  Kontruksi dan pebuatan kolam, serta prosedur budidaya dengan sistem bioflok. Kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan dalam kelas berupa pemberian materi dan kegiatan praktik lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh 32 siswa SMKN 6 Bandar Lampung dari bidangan agribisnis Perikanan dari kelas XI dan XII.