Kuliah Umum

Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Pengelolaan Sumberdaya akuatik untuk Menunjang Ketahanan Pangan Nasional” oleh Guru Besar Oseanografi FPIK Universitas Diponegoro Prof. Dr. Ir. Sahala Hutabarat, M.Sc di Gedung Rektorat Universitas Lampung. Kuliah Umum yang diselenggarakan Jumat, 30 Oktober 2015 ini dihadiri oleh beberapa undangan yang terdiri dari Bappeda Propinsi Lampung, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Lampung, Badan Pengelola DAS Way Sekampung- Seputih, BKSDA propinsi Lampung, Badan Ketahana Pangan Daerah Dan Lanal Lampung, Polairud Polda Lampung Loka PSPL Serang Satker lampung, BBPBL Lampung, dan para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan pengelolaan sumberdaya perairan launnya.

Kuliah umum ini diselenggarakan dalam rangka memperkenalkan program studi baru di Jurusan Budidaya Perairan, yaotu Program Studi Sumberdaya Akuatik yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.  Hal ini dinyatakan oleh Wakil Dekan II Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si, Selaku penanggung jawab kegiatan

Kuliah umum dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang  Akademik Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P.  Dalam sambutannya, Prof Hasriadi Mat Akin menjelaskan bahwa keberadaan Propinsi Lampung yang memiliki luas wilayah perairan yang besar baik perairan tawar maupun perairan laut membutuhkan sumberdaya manusia yang mumpuni untuk mengelolanya.

Dalam Pemaparannya Prof. Sahala mengatakan bahwa tantangan dalam pengelolaan sumberdaya adalah peningkatan produktivitas dan daya saing bebasis pengetahuan. Hal tersebut berkaitan dengan beberapa issue strategis yaitu fenomena desntralisasi, liberalisasi perdagangan beba (Masyarakat Ekonomi Asean), Biosekurity dan kesehatan pangan, proteksi produk perikanan oleh negara maju, isu lingkungan dan eco-labeling. Untuk menjawab tantangan dan issue strategis tersebut dibutuhkan sumber daya manusia di bidang perikanan yang profesional.

[slideshow_deploy id=’1901’]

Solusi yang diberikan meliputi Pembangunan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi; pengembangan dan akselerasi sistem pendidikan, penyuluhan yang kondusif, partisipatif dan berkesinambungan; serta mengembangakan kawasan perikanan dengan unit usaha yang bankable.Jika ditinjau dari sisi ketahanan pangan, menurutnya ada tiga aspek yang menjadi indikator ketahanan pangan suatu wilayah. Yaitu sektor ketersediaan pangan, stabilitas ekonomi (harga) pangan, dan akses fisik maupun bagi setiap individu untuk mendapatkan pangan. Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi..