Lokakarya Penyesuaian Kurikulum KKNI

(Kontributor: MWY)

Lampung merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi sektor perikanan yang besar. Potensi perikanan di Provinsi Lampung cukup berlimpah dengan luas perairan laut (12 mil) 24.820,0 km2 (41,2% dari total luas keseluruhan) termasuk didalamnya luas perairan pesisir 16.625,3 km2. Maka tak heran bila sektor perikanan di lampung sangat menjanjikan. Berkaitan dengan itu universitas lampung mendorong terciptanya sumberdaya di sektor perikanan untuk menciptakan daya saing usaha sektor kelautan dan perikanan. Untuk mendukung hal tersebut, maka jurusan perikanan universitas lampung mengadakan lokakarya kurikulum di jurusan perikanan untuk meningkatan kompetensi lulusan. Acara ini dilaksanakan di ruang sidang lantai 2 dekanat FP unila, pada 23 maret 2016 dari pukul 09.00- 12.00 wib. Dengan judul “ lokakarya penyesuaian kurikulum mengacu pada KKNI program studi budidaya perairan dan sumberdaya akuatik”. Acara ini dihadiri oleh stakeholeder dibidang perikanan, antara lain pelaku usaha perikanan, produsen pakan ikan (matahari sakti), dan dinas perikanan dan kelautan pesawaran, DKP lampung tengah, DKP pringsewu, balai karantina ikan, NGO, dan PT.CPB, polinela, penyuluh perikanan dan alumni.

Saat ini jurusan perikanan memiliki 2 program studi (Budidaya Perairan dan Manajemen Sumberdaya Akuatik), dan ilmu kelautan (sedang diajukan di dikti surat ijin nya), untuk program S2 ada Program Magister Sumberdaya Pesisir dan Lautan selanjutnya untuk tahun berikutnya akan di usulkan untuk pembentukan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lampung sebagai salah satu langkah mendukung program indonesia sebagai poros maritim dunia.

[slideshow_deploy id=’1944’]

Dekan FP Unila (Dr. Irwan Syukri Banuwa) dalam sambutannya “Lampung merupakan produsen ikan terbesar di  indonesia, maka diperlukan peningkatan lulusan soft skill yang baik, membangun networking jejaring alumni, peningkatan analisis di lapangan maka dalam lokakarya ini diharapkan perbaikan kurikulum ke arah tersebut sangat diperlukan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu di bidang perikanan.

Materi pertama dipaparkan oleh Ir. Siti Hudaidah, M.Sc (kajur budidaya perairan), mengenai kurikulum budidaya perairan, penyampaian terkait nutrisi ikan, hama dan penyakit ikan, manajemen budidaya dan reproduksi dan genetika ikan. Program kurikum ini dimaksudkan untuk mendorong profil lulusan dalam sektor enterpreuneur, manajer profesional, birokrat maupun akademisi. Pada learning outcome diharapkan 1). Mampu mengaplikasikan bidang budidaya perikanan. 2). Menguasai prinsip site selection dan tata kelola wadah budidaya, teknik budidaya perikanan, hama dan penyakit ikan, produksi pakan ikan. 3). Mampu menganalisis permasalahan di bidang budidaya perikanan. 4). Mampu bekerja sesuai SOP budidaya perikanan.

Dilanjutkan dengan pemaparan kedua oleh Herman Yulianto, S.Pi, M.si (PS Manajemen Sumberdaya Akuatik), menyampaikan materi terkait sumber daya akuatik, manajemen sumberdaya, konservasi sumberdaya akuatik, produktifitas perarairan, amdal perairan dll. Khusus rancangan kurikulum di program studi sumberdaya akuatik dilaksanakan untuk pertama kali ini, karena tahun 2016 ini jurusan sumberdaya akuatik akan menerima angkatan pertama mahasiswa.