Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan

Kontributor : MWY

Jurusan Perikanan Universitas lampung mengadakan seminar nasional perikanan dan kelautan yang diadakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung. Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung sebagai wujud perannya dalam peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perikanan dan kelautan akan menyelenggarakan Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan 2016. Seminar ini diharapkan menjadi ajang diskusi, pengayaan pengetahuan dan diseminasi hasil penelitian, Jurusan budidaya perairan mengadakan acara Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan bertajuk Pembangunan Perikanan dan Kelautan untuk Mendukung Kedaulatan Pangan Nasional”, acara  ini diadakan pada hari selasa, 17 mei 2016 dimulai dari pukul 08.00 hingga 17.00 wib. Bertempat di di Hote Emersia bandar lampung.peserta dihadiri oleh 200an orang, yang berasal dari mahasiswa perikanan, peserta undangan dari pemakalah.

Dalam sambutannya Ketua Pelaksana (Herman Yulianto) menyatakan bahwa” peserta dalam acara ini sebanyak 100 pemakalah, baik dari universitas lampung maupun yang berasal dari seluruh kampus di Indonesia. Berasal dari institusi perikanan dan kelautan se-indonesia, perusahaan perikanan dan kelautan se-indonesia, stakeholder perikanan dan kelautan se-indonesia, mahasiswa (s1 dan pasca sarjana) perikanan dan kelautan se-indonesia. Tidak lupa terima kasih yang sebesar-besarnya pada Dekan faperta unila yang telah mendukung acara ini”.

[slideshow_deploy id=’1970’]

Selanjutnya Rektor Unila (Prof. Hasriadi Mat Akin) mengatakan “Lampung adalah lumbung penghasil udang terbesar di Indonesia, dengan Potensi perikanan di Provinsi Lampung cukup berlimpah dengan luas perairan laut (12 mil) 24.820,0 km2 (41,2% dari total luas keseluruhan) termasuk didalamnya luas perairan pesisir 16.625,3 km2, maka diperlukan peningkatan sumber daya manusia bidang perikanan. Sekaligus pentingnya mencetak sarjana perikanan handal, diperlukanlah untuk dibentuknya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unila. Hingga saat ini proposal sudah diajuan ke kementrian Ristek Dikti.

Selanjutnya, dalam pemaparan materi seminar nasional disampaikan oleh tiga narasumber. Pertama, oleh Prof Ocky Karna Radjasa, PhD (Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, KEMENRISTEK DIKTI) dalam pemaparannya menyampaikan “Publikasi Ilmiah dan kaitannya dengan Reputasi Institusi.  Prof. Ocky memberikan dorongan dan motivasi kepada para mahasiswa dan dosen agar giat dalam melakukan penulisan ilmiah dan publikasi ilmiah khususnya publikasi ilmiah di jurnal yang terakreditasi dan terindeks. “Semakin banyak Publikasi Ilmiah yang terindeks dan disitasi akan berpengaruh terhadap meningkatnya reputasi Perguruan Tinggi, khusunya unila kedepan”

Narasumber kedua adalah Wakil KSAL TNI (Laksamana Muda TNI Arie Henrycus Sembiring), dalam pemaparan materinya mengatakan bahwa “Pembangunan Indonesia harus kembali berorientasi ke laut, membangun Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. Visi ini ditopang oleh lima sektor prioritas pembangunan yaitu Pilar pertama, komitmen untuk membangun kembali budaya maritim Indonesia. Pilar kedua, komitmen untuk menjaga dan mengelola sumber daya laut. Pilar ketiga, komitmen untuk mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, Pilar keempat, diplomasi maritim dan Pilar kelima, sebagai negara yang menjadi titik tumpu dua samudera, Indonesia berkewajiban membangun kekuatan pertahanan maritim”.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pusat Pendidikan Kementrian Kelautan dan Perikanan (Dr. Anthony Darmawan Mulya Siahaan) dalam materi mengatakan “Dalam kerangka mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, ditetapkan beberapa strategi kebijakan. Salah satunya dengan meningkatkan kemandirian dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, dan pentingnya pemenuhan sumberday manusia di bidang perikanan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha kelautan dan perikanan bagi kemakmuran masyarakat.