Struktur Organisasi

Legalitas organisasi Mitra Bahari harus memiliki rujukan atau dasar hukum dalam menjalankan fungsinya. Di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan  No.14/2009 tentang Mitra Bahari disebutkan bahwa Mitra Bahari Pusat ditetapkan oleh Menteri dan Mitra Bahari Provinsi ditetapkan oleh Gubernur dengan anggota terdiri dari perguruan tinggi, unit kerja/instansi terkait, wakil lembaga swadaya masyarakat, wakil organisasi profesi, tokoh masyarakat dan/atau wakil dunia usaha. Selain legalitas tersebut juga diharapkan dukungan nyata dari pimpinan perguruan tinggi di antaranya mengupayakan Mitra Bahari menjadi wadah dari perguruan tinggi untuk pengabdian kepada masyarakat dan penyediaan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan Mitra Bahari.

Tata kelola kelembagaan yang baik sangat diperlukan untuk mengelola Mitra Bahari. Hal ini sangat ditentukan oleh kepemimpinan dalam mengkoordinasikan stakeholder, pembagian tugas dan tanggung jawab, serta mekanisme kerja dan pengambilan keputusan. Penyempurnaan aspek tata kelola ini diharapkan akanmembangun kerjasama yang efektif dan efisien, terbuka dan tertib, serta rasa memiliki dan tanggung jawab.

Konsorsium Mitra Bahari Lampung merupakan organisasi yang  melibatkan berbagai pemangku kepentingan diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas dan SKPD lainnya, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat International dan Lokal, serta Organisasi/kelompok Masyarakat. Konsorsium Mitra Bahari Lampung dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Operasional Mitra Bahari dilaksanakan oleh Sekretaris yang merupakan Ketua Jurusan Budidaya Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Sumberdaya untuk penyelenggaraan Mitra Bahari dapat berupa fasilitas pendanaan  yang berasal dari berbagai sumber, seperti APBN, APBD, swasta, dan sumberdana lain yang sah dan tidak mengikat. Fasilitas lain dapat pula berupa sarana dan prasarana maupun sumberdaya manusia dalam berbagai bidang keahliannya. Model organisasi Mitra Bahari diharapkan dapat menciptakan kemitraan sinergis yang saling memberi manfaat bagi sesama mitra kerja.